[►SongFict] Fake It


fake it

[►SongFict] Fake It

Song by Hyomin ft Sungmin SPEED

Author : cutehyunah™

Cast :

– Jung Leo

– Kim Hyuna

Pretending to be okay

Pretending everything’s fine

It’s all so hard

I wanna put everything down now

“annyeong Hyuna-ya~” sapaku pada gadis yang tengah berdiri didepanku. Senyum manisnya masih tetap sama seperti pertama kita bertemu. Tubuhnya terlihat sedikit kurus dari waktu ke waktu. Mungkin dia tengah melakukan diet. Ya, dia memang seorang yang sangat peduli dengan penampilan karna pekerjaannya sebagai penyanyi terkenal.

Dia menganggukkan kepalanya sambil tersenyum, “annyeong oppa~ Long time no see, bagaimana kabarmu?” tanyanya kepadaku.

Aku terdiam sejenak, dia barusan bertanya keadaanku? Jika dia tau yang sebenarnya aku sangat tidak baik sekarang. Ya, semuanya begitu menyakitkan dan nyaris membuatku kehilangan gairah hidup. Tapi aku tak ingin terlihat lemah dihadapannya. Aku tersenyum dan menjawab pertanyaannya bahwa diriku baik-baik saja sekarang. Aku berbohong padanya dan juga pada diriku sendiri. Siapa yang akan peduli keadaanku? Lelaki biasa yang tak punya hati –itu yang selalu orang pikir tentangku– bersikap dingin dan tak banyak bicara.

I pretended that I ate

I pretended that I wasn’t hurting

I pretended that I didn’t shed tears

But actually, I’m hurting

“Leo-ya, kenapa akhir-akhir ini ini aku tak melihatmu makan? Apa kau diet?” aku menoleh mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut lelaki berkulit tan –sebut saja N–leader VIXX.

Aku menggelengkan kepalaku, kembali membaca majalah yang ada ditanganku. Kudengar lagi dia berceloteh tentang kebiasaanku. ‘biasanya kau dan Hyuk lah yang selalu menghabiskan makanan di kulkas, tapi kenapa akhir-akhir ini nafsu makanmu sepertinya turun,’ ‘lihat, kantung matamu terlihat semakin menghitam. Apa yang kau lakukan akhir-akhir ini? Bukankah kita sedang tidak ada jadwal show dan kau juga tak ada jadwal musical lagi.’ Kira-kira seperti itulah celotehannya. Sungguh, dirinya terlihat sangat cantik dari waktu ke waktu. Bukan karna kecantikan fisik dan keindahan tubuhnya saja yang telah benar-benar melumpuhkan hatiku. Tapi semua yang dia miliki, terutama sifatnya yang jauh dari apa yang orang lihat. Mungkin dari dia-lah aku merasa menjadi diriku sendiri dan hanya dialah yang bisa menerimaku. Tak pernah mendengarkan cercaan yang selalu ia terima, selalu tersenyum dan tak pernah mengeluhkan sakitnya dunia ini.

Tanpa kusadai air mataku menetes, terlalu lama terbawa ingatan masalalu saat ku lihat potretnya di majalah itu. Segera kuhapus cairan hangat yang baru saja meluncur dari mata ini. Untunglah tak ada yang melihat ini. Mereka semua tengah sibuk dengan diri mereka masing masing. Ku tutup majalah itu dan menaruhnya di meja, beranjak pergi menuju kamar mandi –mengurung diri –itu yang selalu kulakukan untuk menutupi semua rasa sakitku. Bayangan tentang dirinya sangat sulit sekali untuk kuhapus. Sentuhan tangan lembutnya, aroma tubuh dan senyumnya membuatku semakin gila. ‘Argh,’ ku hantamkan tanganku ke tembok kamar mandi. Berusaha sekuat tenaga menahan rasa sakit ini.

I pretended that I was doing well

I pretended that I was in love with someone else

I pretended to be happy like that

But really, it felt like I was dying

Aku terbangun dari tidurku ditengah malam, mencoba mencari sumber suara HP ku yang baru saja berbunyi. Ah, aku menemukannya. Segera saja kuraih dan kulihat pesan yang masuk.

From: Hyun-A

Jaljjayo~ oppa. Jika kau baca pesan ini kuharap kau tidak lupa untuk menjaga kesahatanmu. Terakhir kali kulihat kau seperti tidak sehat, makanlah makanan yang sehat agar kau selalu sehat. Mian menganggumu di malam hari ^^

Apa dia memperhatikanku? Atau kasihan padaku? Ah tidak, aku hanya berimajinasi kan? Jantungku berdegup kencang saat aku membacanya. Seolah masih tak percaya dengan apa yang barusan ku baca. Kami tak pernah berhubungan lagi sejak 4 bulan yang lalu. Sungguh aku masih sangat ingin berhubungan dengannya. Mungkin ini saat yang tepat.

To: Hyun-A

Gomawo hyunnie, aku sudah membaca pesanmu barusan. Kau juga harus menjaga kesehatanmu ya. Oh iya, kudengar kau sedang mempersiapkan comeback solo. Fighting ne~

Aku mencoba memejamkan kembali mataku, namun rasanya sangat sulit. Kenangan-kenangan masalalu ku dengannya seolah berputar kembali. Shit! Kenapa kau lemah sekali Jung Leo?

‘ting’ terdengar lagi suara ponselku, tertanda sebuah pesan masuk. Segera saja ku buka.

From: Hyun-A

Hehe iya, aku akan comeback bulan Juli ini. Terimakasih atas dukungannya.

To: Hyun-A

Kenapa kau belum tidur? Bukankah ini sudah sangat larut? Segeralah tidur, tidak baik untuk kesehatanmu.

From: Hyun-A

Aku sedang menikmati secangkir latte, jadi mungkin aku tidak tidur malam ini. Mood-ku sedang baik untuk menulis lagu. Lebih baik kau saja tidur lagi oppa.

Sigh, dia masih saja melakukan kebiasaan itu. Dulu, aku selalu mendapat secangkir latte buatannya, rasanya enak sekali. Tapi sekarang aku tak bisa mendapatkannya. Bukan hanya itu, masakannya selalu enak meski dia selalu sibuk dengan hal-hal berbau composing dan design, aku tak bisa memungkiri dia sangat multi talented.

-flashback

“apa kau mau secangkir latte?” tanya seorang gadis berambut hitam panjang kepada kekasihnya yang tengah bersandar di sofa.

Lelaki itu menoleh kepadanya dan menangguk. Segera si gadis beranjak menuju dapur. Sekitar 5 menit kemudian dia telah kembali dengan 2 cangkir latte.

“cobalah latte ini dan kau akan semakin mencintaiku,” ucap gadis itu yakin. Diletakkannya cangir itu di meja. Salah satu tangannya berusaha meniup pelan secangkir latte hangat lalu menyeruputnya.

Kekasihnya tersebut tersenyum singkat melihat ekspresi si gadis yang tampak sangat menggemaskan saat menikmati latte buatannya sendiri. Lelaki itu mengangkat cankir dan mencoba menghirup aroma latte yang khusus dibuatkan untukknya. ‘hmmm~ aromanya begitu menggoda,’ batinnya. Sepersekian menit kemudian mulutnya menikmati rasa dari minuman hangat itu. Dan benar saja, ekspresinya berubah seketika.

“yah, bagaimana rasanya tuan?” goda si gadis melihat ekspresi kekasihnya yang tampak sangat menikmati minuman itu.

Sebuah senyuman mengembang di bibir tipis kekasihnya, ia pun berkata “Hyuna Jjang!”.

Hyuna meletakkan cangkir ditangannya dan memeluk Leo spontan. Dia merasa sangat senang, “aku tidak bohong kan? Aku bisa membuat orang jatuh cinta hanya dengan secangkir latte,” celetuk hyuna yang membanggakan keahliannya. Sementara leo yang berada dalam pelukannya mencoba membalas memeluk dengan satu tangannya, diusapnya rambut hitam panjang dan menyandar di bahu hyuna. Menyesapi aroma tubuh yang terasa manis stawberry.

“aku tak pernah menyangka akan semua ini, kau sangat berbeda dari yang selalu kulihat dilayar kaca. Sekarang aku tau kenapa banyak sekali male idol yang mengagumimu,” bisik leo pelan tapi masih dapat didengar oleh hyuna.

Yeah, the scar when I tore you out is so itchy

I pour alcohol on the memories, irritated by scratching

I’m alright, I tried because I’m a man

Saying lies that I don’t even mean

I ask myself, what’s wrong with you?

My insides are rotten

so what’s the use of pretending to be okay?

I can’t do this anymore, pretending to be okay

I wanna throw it all away because I miss you right now

 

“Tapi manager Go~ aku janji tak ada orang yang akan mengetahuinya,”

“Tidak bisa Leo-ya, kau adalah seorang rookie dan dia adalah idol senior. Apa kau ingin menghancurkan karirmu yang baru seumur jagung?” ucapan manager Go memang benar. Serapat apa aku menutupinya pasti akan ada yang mengetahuinya. Baru saja manager Go mengetahui hubungan kami. Haruskah aku menyerah sekarang?

“Aku janji tidak akan mengatakannya kepada Ceo Hwang jika kau mau mengakhirinya segera. Ini demi kebaikanmu~,” dia menepuk bahuku dan pergi begitu saja. Apa yang harus kulakukan sekarang? Menyerah?

‘hyuna angkat segera telfonku. Apa kau baik-baik saja sekarang?’ aku meninggalkan sebuah voicemail untuknya. Sudah 2 hari aku tak bisa menghubunginya, ada apa ini? Mungkinkah sesuatu terjadi padanya?

“Hyuk~ coba kau ganti channel infotaiment. Jangan hanya menonton cartoon saja,” terdengar celetuk ken yang tengah berebut remote dengan sang maknae.

“Yakkk! Hyung~ aku masih kecil tidak baik menonton berita macam ini.”

‘Terdengar rumor yang tengah beredar idol sexy korea Kim Hyuna tengah menggugurkan kandungannya, sebuah kabar burung menyebar di internet bahwa penanyi itu mengandung anak dari rekan kerjanya di Trouble Maker Jang Hyunseung. Berita ini menjadi topik terhangat diberbagai media online korea…’

Seketika hatiku hancur saat mendengar berita terserbut, benarkah semua berita tersebut? Tidak! Ini pasti hanya ulah seorang Haters. Dia bukan gadis seperti itu, aku tau sekali.

“yeoboseyo~ seobie..”

“aku ingin bertanya sesuatu padamu, bisakah kita bertemu sekarang?”

“ne.. gomawo,” barusan ku telefon yoseob, sahabat kita berdua. Dia memang sudah mengetahui hubungan kami berdua. Kuharap dia bisa memberi penjelasan tentang semua ini.

Lelaki itu nampak masih santai di tempat duduknya, ia menyeruput teh hijau sebelum menjawab pertanyaanku. Sebuah dengusan terdengar dari nafasnya, “aku yakin itu hanya ulah netizen yang membencinya. Aku sangat yakin dia bukan gadis macam itu. Dan Hyunseung tidak akan segila itu meniduri seseorang yang sudah ia anggap sebagai adik kandungnya.”

Aku sedikit lega mendengar jawaban ini, tapi kenapa ia tak kunjung menjawab panggilanku? Mungkinkah ia sudah bosan? Aku begitu panik. Sekujur tubuhku terasa dingin, bahkan saat memegangi cangkir saja sudah gemetar.

‘ting~’ sebuah pesan masuk. Aku segera mengeceknya. Berharap itu darinya, saat aku menggeser smartphoneku ternyata pesan dari manager Go.

From: Manager Go

Segeralah kembali, kita ada jadwal mengurus comeback kalian. Jangan membawa masalah pribadimu dalam pekerjaan. Kuharap kau sudah memutuskannya.

I’m tired of faking it now

It’s so hard, why did you leave me?

I’m so tired of faking it

Why don’t you know my heart?

Tears are falling

Again today

“Kenapa Leo oppa?” tanya gadis chubby berambut kecoklatan yang melihatku terengah didepan pintu apartemen dormnya.

“Apakah hyuna disini?”

“Hyuna unni sedang berada dirumah sakit sekarang,” jawab sohyun yang terlihat bingung.

“Bolehkah aku meminta alamatnya?”

“ah tentu saja oppa~”

Sohyun memberitahuku alamat tempat dimana hyuna berada sekarang, aku segera menuju tempat itu. Saat itu tak kudengar suara bising dari dalam ruangan jadi aku beranikan diri saja untuk masuk. Diluar juga tak ada paparazzi. Ketika kubuka pintu itu, sebuah pemandangan mengusik keyakinanku. Kulihat dia berada dipelukan lelaki lain yang sangat tak asing untukku.

“Leo oppa?” tanyanya lirih saat melihatku dipintu dengan tatapan kaget. Lelaki yang memeluknya pun ikut menoleh, ya dia Jang Hyunseung.

“Apa aku menganggu?” aku menggosok tengkukku merasa keheningan menghapiri tempat ini. Dapat kulihat dia barusaja mengusap air matanya, apa yang sebenarnya terjadi membuatku sungguh ingin tau. Setelah menenangkan dirinya beberapa saat dari isakan dia pun menjawab, “masuklah oppa~ mian telah membuatmu khawatir.”

Kulangkahkan kakiku memasuki ruangan penuh warna putih pucat itu, Hyunseung keluar saat itu juga. Dia tak menyapaku sama sekali, raut mukanya kosong dan tak menatapku. Suasana kembali hening ketika diruangan ini hanya aku dan Hyuna. Tubuh mungilnya terlihat dililit sebuah kabel infus, kuberanikan diri untuk memulai semuanya. Pertanyaan yang berkeliaran difikiranku harus terjawab sekarang juga.

“Bagaimana keadaanmu?”

“Aku baik-baik saja, hanya sedikit lemah karena demam tinggi yang menyerangku 3 hari yang lalu,” jawabnya pelan. Raut wajahnya tak menampakkan ekspresi apa-apa selain kekosongan. Apa dia tak bahagia akan kehadiranku disini? Sudahkah dia benar-benar tak mencintaiku? Mungkinkah berita itu benar? Beri tahu aku Kim Hyuna. Aku hampir gila berpura-pura tak peduli.

“oppa~,” tangannya meraih jemariku. Pegangannya begitu lemah, tak seperti biasanya. Perasaanku sudah semakin tidak nyaman. Aku mengangguk pelan merespon panggilannya sambil tersenyum sekilas. “apa kau percaya padaku?”

Tentu saja aku percaya padamu Kim Hyuna. Apa kau pikir aku menjadikanmu kekasih hanya karna keseksianmu? Tsk, tidakkah kau menyadari ketulusanku?

“mm~ tentu saja,” jawabku singkat.

“Apa kau juga percaya orang diluar sana?” tanyanya kembali sambil menatapku, namun tatapannya terasa sangat lemah. Mungkin dia akan menangis lagi.

“Maksudmu apa?” aku semakin bingung dengan pertanyaan yang dia ajukan.

“Bagaimana jika kita sudahi semuanya? Lebih baik kita berteman saja. Apa kau mau oppa?” dia menundukkan kepalanya, terasa sekali tangannya bergetar saat mengatakan itu. Dia menangis, apa yang bisa kulakukan sekarang? Jawaban dari semua pertanyaanku adalah ‘benar’ ? atau bagaimana aku tak tau. Kugenggam erat tangannya, mencoba menenangkan hatinya dengan mengusap punggungnya.

“A-aku tak apa, jika itu bisa membuatmu nyaman. Maafkan aku Hyun,” ingin sekali rasanya kupeluk tubuhnya yang masih bergetar dibalik isakan itu.

Hening, waktu terasa berhenti begitu lama. Tiba-tiba kurasakan lengannya memeluk tubuhku sangat erat. Jantungku berdebar lebih kencang dari biasanya, seakan sakit yang barusan kuterima atas perkataannya sirna dengan pelukan itu. Jung Leo, kau begitu lemah! Apa ini yang dirasakan patah hati?

Pretending to be okay

Pretending that it doesn’t hurt

Pretending that I’m over you

I acted like an immature child every day

Because I was a selfish guy, bad at love,

when I was next to you

I even ignored your flowing tears

Like a fool, I said it’s over

between you and me

as I turned around

“Kau baik-baik saja?” aku menghampirinya yang tengah duduk di sofa. Kita tengah berada di apartmen pribadinya, ya tempat ini adalah tempat teraman untuk bertemu. Mengumbar hubungan diluar sana cukup berbahaya jadi kami hanya memutuskan bertemu disini.

“Hey~ kau kenapa Hyun?” aku kaget saat dia malah berdiri dan memeluk tubuhku. Deru nafasnya terasa melewati leherku, aku hanya bisa memeluknya sambil mengelus lembut rambutnya –menunggu dia menjawab pertanyaanku. Apa dia menangis? Aku merasa tubuhnya bergetar dalam pelukanku.

“Kau adalah gadis terhebat yang pernah kutemui selama ini, sudahlah berhenti menangis. Mereka begitu karna iri padamu Hyun~” aku mencoba menenangkan tangisannya. Aku tak tau ternyata dia tak seangkuh yang selama ini ku lihat di layar kaca. Hatinya begitu lemah, tapi orang tak pernah melihat itu. “Kau mengajariku banyak hal, dan dari situlah aku semakin mencintaimu. Kau bisa melewati semuanya sendiri sekian lama, kumohon berhentilah menangis. Ingatlah, kau harus bertahan demi fansmu, ibumu dan orang-orang yang mencintaimu.”

Aku hampir gila dihantui segala ingatan itu, aku masih belum bisa menghapus segalanya dari ingatanku. Saat comeback Eternity kemarin aku mencoba untuk terlihat baik-baik saja. Bahkan semua bisa melihatku mulai tersenyum didepan kamera, fansku merasa sangat senang sekali bisa melihatku seperti itu. Tapi semua itu hanya kepura-puraanku saja. Agar ‘dia’ tau bahwa aku bisa hidup tanpanya. Semakin lama hal ini kulakukan aku semakin tersiksa. Semakin banyak senyum itu sama dengan sebanyak kebohongan yang kulakukan. Berpura-pura aku bukan lelaki lemah, tapi dibalik semua itu aku tak bisa memungkiri ada bagian yang terasa sangat hampa tanpanya. Kulihat berkali-kali dia terlihat mesra dengan rekan kerjanya ‘Jang Hyunseung’ di media. Bahkan semua media menuding ada sesuatu diantara keduanya. Aku mungkin juga akan berfikir hal yang sama. Mereka berdua memang terlihat sangat serasi, aku dulu pernah berangan-angan bisa seperti itu untuk menggantikan Jang Hyunseung tapi siapa diriku ini? Itu cuma harapan kosong.

I pretended to be okay, pretended that I forgot you

I tried comforting my heart that’s filled with tears

I pretended to be okay, pretended that I forgot you

But I’m silently and endlessly crying again

“Yeoboseyo seobie~”

“Ah, ne. Kau ingin aku kesana?”

“Ya, baiklah. Aku kesana nanti. Annyeong” barusan Yoseob menelfonku, kami berdua menjadi dekat karna drama musical itu. Dan ya, aku bisa mengenal Hyuna karna dia. Oh tidak, aku kira aku sudah bisa merelakan semuanya. Sebaiknya aku tak membahasnya lagi.

“Leo-ya! Ppali~” lelaki bertubuh kekar itu memanggilku, keimutan yang dia punya kini sudah tergantikan oleh ABS-nya. Kulihat dia dengan beberapa anak BTOB seperti Minhyuk, Ilhoon dan Eunkwang serta member BEAST seperti Dongwoon, Kikwang dan Doojoon hyung. Ya, kukira hanya aku saja orang dari luar agencynya. Tapi tak apa, aku senang bisa main futsal lagi dengan mereka.

“Ya~ dimana member yang lain? Aku rindu Hakyeon” ucap minhyuk seraya menepuk bahuku.

“Dia sedang sibuk siaran radio” jawabku singkat sambil meletakkan tas di pinggir lapangan.

“Ayo~ segera kita mulai saja. Semuanya sudah cukup kan?” Doojoon hyung mengajak kami untuk segera bermain.

Tak terasa sudah 45menit kami bermain futsal. Eunkwang pun meminta untuk istirahat sejenak. Kubaringkan tubuhku di atas lantai, memejamkan mata ini sejenak. Peluh sudah membasahi baju kami. Tak ada salahnya memang, menyibukkan diri bisa membuatku lupa akan semua masalah. Ah, semoga job akanku akan lebih padat.

“Ayo kita main lagi~” rengek maknae beast yang jangkung itu.

Aku membuka mata dan segera berdiri, mengelap sisa keringat di dahiku.

“Ah, kau tidak minum hyung?” tanya remaja berambut pirang yang tidak lain adalah Ilhoon. Aku hanya menggeleng, dia memaruh kembali botol air mineral yang ditawarkan kepadaku. Kami akhirnya memulai lagi permainan.

“Leo~ berikan bolanya padaku!” teriak Doojoon hyung yang berdiri didepankuku.

“Hyuna! Hyunshik! Kalian datang?” teriak Kikwang yang berada dibelakangku, seketika aku kehilangan konsentrasiku. Rasanya tubuh ini tak bisa dikendalikan saat kudengar nama itu. Aku melihat kearah pintu masuk dan benar saja, kudapati dirianya dengan Hyunshik bergandengan tangan memasuki lapangan.

“Dongwoonie! Oper bolanya padaku” teriakan Yoseob membuyarkan lamunanku. Aish~ sial bola itu kembali direbut oleh tim lawan. Aku merasa hasrat bermainku menurun gara-gara itu.

“Hyung~ berhentilah bermain. Kami semua membawakan makanan untuk kalian” teriak Hyunshik yang membawa 2 buah tas ditangannya.

Mereka semua kembali menghentikan permainan ini dan menghampiri dua orang yang baru saja datang. Aku enggan untuk beranjak menuju kesana. Semua sudah berkumpul dan bahkan kulihat mereka tengah duduk melingkar menunggu makanan dibagikan.

“Yah~ Leo hyung kenapa kau hanya berdiri saja disana? Kemarilah” Hyunsik terlihat antusias menawariku makanan itu. Aku tanpa sengaja saat aku berjalan mendekat, kulihat Hyuna menundukkan kepalanya sambil memainkan kakinya seperti anak kecil yang sedang malu. Apa dia tidak nyaman melihatku disini?

“Hyuna~ ini pasti masakanmu?”

“a-ani..”

“aku tau Hyunshik tak mungkin membeli sebanyak ini. Dia begitu irit haha~” celoteh Minhyuk sambil menikmati makanan itu. “Ya! Kemarilah Leo, ini sangat enak. Kau perlu mencobanya” Minhyuk menawariku sesuap makan di sumpitnya. Aku hanya menggeleng lalu duduk disebelahnya.

“Ommo~ lebih baik kau diam dan nikmati saja makananmu Minhyuk. Tak baik mengoceh saat makan,” bentak Yoseob yang tau keadaan kami. Hanya dia yang mengetahui semuanya, baguslah Seobie! Kau menyelamatkanku.

“Ini untukmu~ makanlah. Anggap saja kami ini bagian dari agencymu. Jangan sungkan. Maaf jika kau sedikit tak nyaman dengan ulah anak-anak ini” Doojoon hyung memberiku semangkuk nasi dan sumpit diatasnya. Kuterimas mangkuk itu dan mulai memakan beberapa hidangan yang ada.

Rasa ini masih sama, Gikwang benar. Ini memang masakan Hyuna, aku masih ingat sekali rasa masakan yang selalu ia berikan padaku –dulu.

“Hyuna~ kenapa kau diam saja? Biasanya kau gadis paling berisik dimanapun kau berada” protes Dongwoon. Kulihat dia memang masih saja diam, bahkan aku tak mendengarnya berbicara lagi selain kata ‘anni’ tadi. Waktu sudah berlalu cukup lama, apa dia masih merasa canggung setelah semuanya?

“Nuna! Bagaimana jika kau makan denganku saja?” dengan wajah cerianya Ilhoon mencoba menghibur gadis itu. Dia mendekat dan menyuapkan kimchi ke mulut Hyuna. “Nah~ kau kan rakus nuna jadi tidak mungkin kau tak napsu makan hihi” Ilhoon terus menggodanya hingga dia memukul kepala remaja berambut pirang itu.

Semuanya tertawa melihat peristiwa itu, kecuali aku. Ya, semuanya tau aku orang yang ‘sedikit’ susah tertawa.

Waktu berlalu begitu saja, hingga satu persatu dari mereka pergi. Kini hanya tinggal aku dan Hyuna. Kucoba untuk membantunya membereskan peralatan makan yang selesai digunakan. Hening, masih saja tak ada interaksi diantara kami berdua selain diam.

“Gomawo~” barusan kudengar dia mulai bersuara.

Aku hanya mengangguk, memberikan tas yang berisi peralatan makan itu kepadanya.

“Bagaimana kabarmu oppa?”

Aku mencoba duduk disebelahnya, kupegang botol air mineralku dan masih menatap ke lantai. Aku merasa dia sedang menatapku sekarang. “Baik~ kau sendiri?”

“Seperti yang kau lihat,” dia meluruskan kakinya sambil memegang kedua lututnya.

Apa yang dia bilang? Seperti yang kulihat? Apa itu sebuah jawaban yang berarti ‘aku tidak baik’ ? tubuhnya terlihat lebih kurus. Apa dia tidak mendengarkan nasehatku waktu itu di SMS? Ya, meski begitu auranya tak pernah padam. Kudengar beberapa artis mengaguminya, tu bukan masalah besar.

“chukkae kau sudah menang beberapa kali~ maaf aku baru bisa mengucapkannya.”

“ne, chukkae juga kau telah menang sebagai artis solo. Jaga kesehatanmu,” aku menoleh kearahnya. Kulihat sebuah senyuman kilat baru saja terlintas dibibir manisnya. ‘setelah kita berpisah kau semakin populer begitupun diriku, tapi bukan ini yang aku ingin’ gerutuku dalam hati ini.

Manager Go memang benar, kesuksesan ini kudapat dengan mengorbankan perasaanku. Semoga saja itu membuatmu senang –Kim Hyuna.

The End.

Ini songfict pertamaku, jadi maaf banget kalo panjang wkwk. Bagi yang mau request cover(poster) fanfict boleh menghubungi @cutehyunah di twitter e.e atau bisa kunjungi menu ‘Request Artwork’ 🙂

Mohon kritik dan sarannya ya, maklum lah kalo FF-nya masih anu(?) kkk. Buat yang RCL semoga dapat pahala.

Iklan

Tentang piiapiiapiio

just freaky girl
Pos ini dipublikasikan di 4minte, Angst, FF, Hyuna, Leo, VIXX dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s