FF Debut Duo Hyeri// Here I Am / ZE:A/ part 1 of 2


halo readers sekalian.. apa kabar :Dpiia balik lagi ni, tapi bukan ff yang di bikin sendiri. tapi duet sama emaknya piia, Choi Roza. ahahaha 😛 *peace..

kali ini pake castnya Ze:a .. buat yg pengen tau wajah” barunya ntar di part 2 dikasi foto dah.. jangan bosen baca karya kami ya readers >,<

di tunggu rcl-nya lohh..

cekidoooootttt ~~~~

 

Tittle                      : Here I Am Part 1

Author                  : @RM_piiapiio + @Roza Choi

Cast                       :

1.       Choi Hyunri as Hyunri

2.       Kwon Hyehoon as Hyehoon

3.       Park Hyungshik as Hyungshik

4.       Ha Minwoo as Minwoo

5.       Kwon Ji Yong as Hyehoon’s father

6.       Choi Jonghun as Hyunri’s father

7.       Ham Eunjung as Hyunri’s Mother

8.       And other cast

Genre                   : Romance, kekerasan

Rating                   : PG-15

Length                  : Two Shots

 

Hyunri’s POV

 

“dasar tak berguna!”

PLAKKK!! sebuah tamparan keras mendarat di pipi kiri wanita cantik itu.

“eomma..” bisikku lemah.

Aku merangkak mendekatinya, membelai pipinya yang membiru. Kutatap nanar sosok lelaki di hadapan kami.

 “appa.. kenapa kau tega sekali? Memang apa salah Eomma? APA SALAH KAMI?!!!”

 PLAKKK!!!

 kali ini di pipiku. Aku tertunduk lemas. Eomma merengkuhku, memelukku erat. Walau ia tak kuasa menahan tangisnya.

“sudah nak..” desisnya meyakinkanku.

“kalian berdua sama saja! Hanya menyusahkanku! Berikan aku uang, atau aku akan memukulmu lagi!!” sepasang mata tajam itu terasa sangat ingin menusukku.

“aku.. juga tidak punya uang..”

 

“haaahhh apa-apan kau ini!! Pergi kalian! Jangan muncul dihadapanku lagi!! Kalau tak bisa memberi apa yang kuminta, jangan sekalipun menampakkan muka kalian yang menyedihkan itu!!!” ia mendorong kami dengan kasar, dan melempar beberapa helai pakaian.

 

BLAMMM!

 

Pintu dibanting dengan sangat kerasnya. Eomma masih terus menangis, menatap rumah yang tak bisa menerimanya kembali. Bayangkan saja bagaimana perasaanmu jika kau di usir oleh orang yang sangat kau sayangi. Mungkin dia teramat kejam, tapi bagaimanapun juga dia adalah darahku. Aku mencoba menahan amarahku ketika mengingatnya adalah appaku- Choi JongHun.

 

 “eomma.. kita harus bagaimana sekarang? Kita mau tinggal dimana? Hanya itu satu-satunya rumah yang kita miliki kan? Kenapa appa merampasnya? Kenapa eomma?” kupeluk wanita yang kuyakini sebagai ibuku ini.

 Ia membelai rambutku lembut. Bibirnya membuat sebuah lengkungan bulan sabit, tapi kurasa itu hanyalah senyum yang dipaksakan. Walau seperti ini, ia masih berusaha tegar di depanku. Eomma satu-satunya yang kusayangi, dan kini hanya dia lah hartaku yang paling berharga.

“sudahlah.. jangan menangis sayang, kita pasti akan menemukan tempat tinggal, percaya pada eomma ya?” aku mengangguk. Sangat menyakitkan melihatnya seperti ini. Ia menipuku dengan wajah ikhlasnya, aku yakin eomma pasti sangat sakit. 

“Choi Jonghun! Awas saja kau! Suatu saat nanti pasti aku akan membalasmu! Lihat saja, aku dan Eomma tak kan mati secepat ini! Haaaa aku membencimu!!!” pekikku sebal

 

“Hyunri.. kau tak boleh begitu pada appa mu sendiri, bagaimanapun, jika dia tak ada, kau juga tak akan lahir..” ujar Eomma setengah berbisik mencoba menenangkanku.

“aku juga tak minta dilahirkan, karna aku lahir eomma menderita kan? Dia itu bukan Appa ku.. appa tidak jahat seperti itu.. bagaimana mungkin seorang ayah tega memukul anak istrinya setiap hari.. apa itu tak keterlaluan!” aku membela diriku sndiri. Melemparkan umpatan yang memang sudah lama ku pendam sedari dulu. Aku tak rela !!

“sudah, jangan benci Appamu! Ayo kita pergi..” wanita cantik itu menggenggam tanganku, dan menyeretku mengikutinya. Dia masih sangat cantik,

“Ham Eunjung eomma.. saranghae..”

 

                                                                                                ***

Kabut-kabut tipis menyebar rata di seluruh kota Seoul. Ini musim panas, tapi cuaca hari ini sangat ekstream. Semilir angin serasa menusuk tulang, dingin. Kabut itu kian menghitam, membentuk gumpalan awan yang siap menumpahkan air matanya. “eomma.. hujan..” tanganku menengadah, merasakan tiap tetes air hujan yang jatuh menimpaku. Langkah kami terhenti.

“ayo kita berteduh, jangan sampai kita mati kedinginan disini!” Eomma menyeretku menyeberang jalan. Karena sangat gelap, kami tak melihat ada mobil yang akan melintas.

 

TIIINNNN… TIIINNNNNN…!!!!

 

“eomma awaaaassss..!!!” kudorong tubuh ibuku kesamping jalan raya, namun mobil itu berhenti mendadak. “untung saja, aku tidak jadi tertabrak..”

 

Seorang lelaki dewasa keluar dari mobil sport hitam itu, menatap kami bergantian. “pasti sebentar lagi ia akan mengamuk dan meminta ganti rugi..lihat saja !  wajahnya saja tak kalah menyeramkannya dengan Appa.. hii” aku bergidik pelan, menggelengkan kepalaku berkali-kali dengan mata yang masih terpejam.

“kalian tidak papa? Apa terluka?” ucap lelaki itu.

 

Aku melongo mendengar ucapannya barusan, tak percaya. “eh? Kenapa dia tidak marah?” kubuka kedua kelopak mataku, berusaha menatapnya. Walaupun wajahnya seperti itu, tapi dia baik juga ternyata.. “nde, kami tak papa.. maaf merepotkan.. kami tak melihat ada mobil yang melintas.. jeongmal mianhae..” ujarku sembari membungkuk. Aku menarik tangan Eomma untuk bangkit. Aku harus segera pergi, tubuh kami sudah basah kuyup. Aku tidak ingin mati disini sekarang juga karena kehujanan.

“aa.. tunggu.. aku bisa mengantar kalian.. ayo masuk mobilku..” aku dan eomma saling pandang, tapi akhirnya kami mengiyakannya saja. Entah kenapa kami menerima begitu saja uluran tangannya tanpa berfikir, ‘mungkinkah dia akan mencelakai kami?’

 

Mobilnya mulai melaju melintasi jalanan suram ini. Namun kami juga tak tau harus pergi kemana.. “kalian mau kemana?” tukasnya membuka pembicaraan.

 “mollasseo.. kami tak punya rumah.. kami baru saja diusir oleh Appa ku..” sahutku enteng.

“huss.. jangan bicara seperti itu! ah mianhae.. putriku memang seenaknya..” Eomma menyenggol tubuhku sedikit kasar. Laki-laki itu sesekali melirik ke arah spion.

“bagaimana kalau kalian tinggal di rumahku saja? Aku juga memiliki seorang putri seusia putrimu.. dan rumahku cukup luas untuk tinggal 4 orang saja, eotte?” tawarnya. Kami saling pandang lagi.

“aa.. apa kami tak merepotkan?” tanya Eomma sedikit ragu.

“haha tentu saja tidak, kenalkan namaku Kwon Jiyong, kalian?” ia balik bertanya.

“Ham Eunjung imnida, dan ini putriku Choi Hyunri..” aku melihat mata cantik Eomma lagi. Apa mungkin Eomma jatuh cinta pada Ahjussi ini? Ya ampun, apa aku harus punya Appa baru lagi? Andwae.. bisa-bisa aku dipukul lagi setiap hari.. eomma jebal.. jangan percaya laki-laki.. >.

 

                                                                                                ***

 

Rumah yang sangat besar dan megah. Rumah modern dengan fasilitas yang mungkin cukup lengkap. Ah~ kapan aku dan eomma bisa punya rumah seperti ini? Tidak mungkin ! sadar Choi Hyunri ! kau hanya orang miskin.  Kuitarkan pandanganku ke sekeliling. “daebak.. ahjussi ini pasti orang kaya..” gumamku. Kami berdua hanya mengekor di belakangnya.

“Hyehoon.. hyehoon…” ia memanggil seseorang, mungkin anaknya.. dan benar saja, seorang yeoja yang sepertinya 1 tahun di bawahku mendatangi kami. Ia memandangku sinis. Dari wajahnya saja aku bisa menebak anak ini seperti anak gadis kota lainnya yang suka merendahkan orang yang tidak selevel dengannya.

“siapa dia Appa?” dengan wajah arogannya ia terus menatapku. Sudah kukira, pasti dia akan merendahkanku karena pakaian lusuhku.

“dia Hyunri, dan yang ini Eomma nya Ham Eunjung. Mulai hari ini, ia akan tinggal bersama kita..” terang Jiyong Ahjussi panjang lebar.

Namun sepertinya anak gadisnya tak suka akan kedatangan kami berdua. “Appa, kalau kau ingin mencari istri sih boleh saja.. asal tidak seperti gembel macam mereka, cih”

 

Aku terkesiap. Terlihat Eomma ku juga mulai berkaca-kaca. Eomma mencoba bersabar menanggapi semua cacian itu. Andai aku bisa sudah ku robek mulut liciknya itu untukmu eomma. Aku menggenggam tangan Eomma rapat-rapat. Kenapa harus menghina Eommaku?

“Hyehoon! Jaga bicaramu! Appa tak suka kau seperti ini!” bentak Jiyong Ahjussi pada putrinya sendiri. Tapi ia hanya mendengus, dan meninggalkan kami yang mematung disini.

 “mianhae.. putriku memang seperti itu, tapi lama-kelamaan dia pasti akan baik pada kalian.. ayo ikut aku..” ajaknya. Ia menunjukkan 2 kamar besar, satu untukku dan 1 untuk eomma.

Baik sekali dia, tapi sayang, kenapa anaknya seperti itu..

 

                                                                                                ***

 

Sebuah bed lebar, dan empuk. Seperti yang ada di negri dongeng saja, aku mana pernah tinggal di kamar seluas ini.. kalau appa tau, apa yang akan dilakukannya ya? “hei sini kau! Enak saja malah bersantai di kamar layaknya tuan putri!” tak disangka, gadis bernama Hyehoon itu masuk kamarku dan menjambak rambutku.

“aahh.. sakiit.. lepaskan Hyehoon.. jebal..” ujarku merintih.

“mimpi kau! Ohya, panggil aku agasshi! Kau jangan macam-macam padaku di rumah ini, arasseo?!!!”  bentaknya sembari mengeratkan tarikannya pada rambutku.

“kyaaa.. ne ne.. hye.. agasshii..” sahutku lemah. Ia mendorongku hingga terjatuh di kamar mandi. Pelipisku mengenai pinggiran bath tub dengan keras.

“aaww…” cairan kental kehitaman mengalir ringan dan menetes perlahan.

 “hahahaha.. rasakan kau! Nih, cuci semuanya! Setelah itu, bersihkan kamarku, jika tidak jangan harap bisa makan!” ia tertawa lepas. Sepasang bola matanya menusukku tajam. Aku bangkit, walaupun terasa nyeri, memunguti helai demi helai pakaian kotor yang dilemparkannya padaku.

“kalau begini caranya, lebih baik aku tinggal bersama Appa yang kejam itu, huh! Tapi, kasihan Eomma.. setidaknya, Hyehoon tak berani menyentuh eomma ku disini.. baiklah, aku harus kuat..fighting Hyunri fighting!” aku menyemangati diriku sendiri sambil menahan tangis dan luka yang menghujam setiap detik.

 

Kwon Jiyong’s Home, Dinner..

 

“Hyunri.. pelipismu kenapa?” tanya Jiyong Ahjussi begitu kami sedang makan malam bersama. Eomma memandangku panic, sementara Hyehoon.. gadis itu.. membelalakkan matanya kearahku, sembari mengayun-ayunkan pisau makannya.

“err.. gwaenchanna.. hanya terbentur sedikit tadi.. sudah tak papa kok..” sesuap nasi yang masuk ke mulutku terasa pahit. Gadis itu pasti sedang tertawa penuh kemenangan. Air mataku kutahan agar tak keluar. Aku tak ingin membuat Eomma sedih..

 

                                                                                                ***

 

Tak terasa, seminggu berlalu.. dan penyiksaan yang selalu kudapat di rumah ini. Aku ingin pergi, tapi sepertinya Eomma sudah bahagia tinggal bersama Jiyong Ahjussi. Lalu aku harus bagaimana? Ijen eotteohkaeyaa?

“hey! Sini kau!” lagi-lagi teriakan gadis sombong itu membuyarkan lamunanku. Dengan enggan aku beranjak, menuju padanya.

BUGHH!

Beberapa buku tebal dilemparkannya padaku. “kerjakan itu!” bentaknya. Aku terdiam. Aku mana bisa mengerjakan ini, sekolahku saja terputus ditengah jalan karna masalah ekonomi.

“aku tidak bisa agasshi..” sahutku.

 “MWO? Kau berani membantah perintahku?!! Dasar anak tak berguna!! Anak gembel!! Kau tak pantas tinggal disini!!” ia bersiap mengayunkan tangannya, aku hanya pasrah saja. Sudah biasa kuterima perlakuan seperti ini..

“STOP HYEHOON!” aku terbelalak kaget. Seorang namja menahan tangan Hyehoon yang hendak dilayangkan kearahku. Namja itu.. sangat tampan..

“ani ani..” aku menggelengkan kepalaku berkali-kali.

 

Hyehoon menepis tangan itu, dan kembali menatapku tajam. “Hyehoon, kau tak boleh seperti itu pada orang lain! Ayo minta maaf!” ujarnya, namun Hyehoon tetap terdiam. Sejenak kemudian, ia melengang pergi dengan raut wajah kesal.

Namja itu berjongkok di depanku, “gwaenchannayo?” aku mengangguk. “Park Hyungshik imnida.. aku guru les Hyehoon, kau siapa?” tanyanya kembali.

“hyunri choi. Aku tinggal bersama eomma ku disini karena ajakan Jiyong Ahjussi. Sudah sepantasnya aku menuruti perintah Hyehoon agasshi..” sahutku lemah.

“mwo? Dia menyuruhmu memanggil agasshi? Keterlaluan sekali anak itu,” ia memunguti buku-buku yang dilemparkan Hyehoon padaku.

“tak papa oppa, kali ini aku memang tak bisa menerima perintahnya bukan karna aku tak mau tapi karna sekolahku putus di tengah jalan. Aku mana bisa mengerjakan semua itu..” ia menatapku iba. Tapi aku tak suka dikasihani.. terima kasih Tuhan, setidaknya kau masih memberi kami 1 orang ‘lagi’ yang mau menerima keadaan kami. Gomapta Hyungshik oppa~

 

                                                                                                ***

 

Hyehoon’s POV

 

“Haahh.. kurang ajar, aku gagal membuat anak gembel itu menangis! Kalau begini caranya, kapan dia akan keluar dari rumahku, huh” teriakku jengkel. Drap.. Drap.. Drap.. derap langkah kaki kian mendekat ke kamarku.

“Hyehoon.. kau jangan begitu lagi dengannya, apa kau tak kasihan, dia tak punya rumah, appa mu sendiri kan yang mengajaknya tinggal disini?” Hyungshik, guru les ku.. kenapa dia nyerocos seperti ini sih.

“oppa, apa dia mengiba padamu? Aih, jangan dengarkan dia.. dia itu sering berbohong.. percayalah padaku oppa, ne?” aku bergelayutan manja di lengan kekar hyungshik. Namun dengan sigap ia menepisku. Tanpa berkata apapun lagi, namja jangkung itu meninggalkanku mematung sendirian. Kenapa dia sekrang berubah padakku? Park Hyungshik ku yang dulu selalu hangat membimbingku kini jadi acuh? Sial !! ini gara-gara kau Choi Hyunri ..

“huh, apa sekarang aku gagal mendapatkan cinta Hyungshik gara-gara gadis itu? menyebalkan!!!”

 

“aku ingin clubbing sekarang!” kuambil tas tanganku yang harganya super mahal ini, stiletto merah menyala dan dompet plus 5 kartu kredit yang kupunya. Aku ingin menenangkan diri sekarang! Aku ingin wine! “haaaa aku benci 2 gembel yang mengusikku itu!” dengusku.

 

                                                                                                ***

 

1 teguk.. 2 teguk.. tak sadar aku telah menghabiskan  sebotol wine di tengah-tengah dunia gemerlap ini. Botol kedua, seseorang merebutnya. “berhenti minum wine ini!” bentak seseorang. Aku mengerjap-ngerjapkan mataku beberapa kali, namun tak bisa kulihat wajahnya dengan jelas. Siap orang ini berani sekali mengangguku? Mau cari masalah juga?

 “ayo ikut aku!” dia menyeretku dan memaksaku memasuki mobilnya. Sekarang aku bisa melihatnya dengan jelas.

Yah aku mengenalnya, “Ha Minwoo.. kau kah itu?” kataku asal. Lelaki berambut pirang pemilik bibir seksi, ah kurasa dia memang benar Ha Minwoo.

“kenapa kau seperti ini?” tak menjawab pertanyaanku, ia justru balik bertanya. “hyungshik.. hah orang itu..”

 

“sudah berapa kali kubilang, Hyungshik itu tak menyukaimu! Apa kau tak bisa lihat hah? Kau bahkan tak tau siapa sebenarnya yang menyukaimu!” bentak namja di sampingku ini. Ia menatap nanar mataku.

“memang tau apa kau soal Hyungshik? Cih” aku melempar pandang ke luar kaca mobil. Ucapannya sangat menyakitkan, apa memang apa kurangku? Aku kaya, cantik, berpendidikan pula. Orang macam mana yang gila menolakku?

“Hyehoon, dengarkan aku!” ia menarik daguku agar menghadap kearahnya. “dengar ya, aku bersahabat dengan Hyungshik sudah lama, dan dia juga sering cerita padaku! Dia tidak menyukaimuHye Hoon-a.. aku yang menyukaimu!” aku terlonjak kaget. Mataku membola, menatapnya penuh tanya.

 

“Minwoo-a..” bisikku pelan. Ia tak menjawab. Segera dinyalakan mobilnya, mengantarku pulang. Di jalan kami saling diam, membisu sampai perjalanan usai. Tak pernah ku sangka dia bisa berkata seperti itu padaku, apa aku mimpi? Tidak ! aku tidak bermimpi, aku yakin itu. Kutatap lagi paras tampannya, dia teramat sempurna untukku ! Ha Minwoo, apa kau tak salah bicara padaku?

 

                                                                                                ***

 

Someday..

 

Hyunri’s POV

 

“Hyunri.. sini..” namja yang kukenal melambai-lambaikan tangannya memanggilku.

“Hyungshik oppa? Wae geurae?” tanyaku sembari mendekat kearahnya. Hari ini seharusnya jadwal les Hyehoon, namun entah pergi kemana dia.. apa dia marah dengan hyungshik oppa ya? Ah entah..

 

“aniya.. kau mau belajar denganku tidak?” tawarnya.

“a? baiklah kalau begitu..” sahutku tersenyum, sembari duduk di sampingnya. Ia menjelaskan berbagai hal yang sama sekali tak kuketahui, satu persatu.. ia begitu telaten mengajariku.. hatiku mulai bergetar, ada apa ini? Hatiku berontak !

“waaa.. kau pintar sekali.. tak kusangka, begitu mudah mengajarimu.. hhaha” lelaki berparas tampan itu mengacak rambutku lembut.

“tentu saja, siapa yang tak akan bersemangat jika mempunyai guru yang sangat tampan..hihihi”

 

Kami berdua tertawa lepas. Nyaman sekali berada di sampingnya.. “Hyunri-a..” panggilnya. Aku menoleh, memandang manik hitam milik seseorang yang sangat kusukai itu. “saranghae..” sebuah kata namun mendalam. Aku tak percaya degan yang barusaja kudengar.

 “na do saranghae..” akhirnya kata-kata itu juga terlontar dari bibirku. ia tersenyum manis, lalu mendekatkan wajahnya, sejenak kemudian pipiku merona merah. Bayangkan saja, saling bertatap dengan pujaan hati dengan wajah yang tak lebih dari 1 cm ini..

 

CHUUU~~~

 

tak disangka-sangka, bibirnya sukses mendarat di bibirku. Lembut dan sangat dalam. Aku tak mampu berkata apapun lagi, rasanya seperti melayang. Membuat heart beatku berdetak tak beraturan. Aku memejamkan mataku, menikmati di setiap ciumannya.

 

PRANGGG!!!

 

Kami berdua terlonjak. Hyungshik melepaskan bibirnya. Sepasang mata menatap kami dengan penuh kebencian. “Hyehoon..”

 

-tbc-

gimana? jelek kah? iyee kami ini duo amatir paling merana didunia TT *lebehhhhkalo ga mau di tag part selanjutnya silahkan comment aj ya.. gapapa kok.. kami dah kebal kritik :Dpart 2 akan dateng minggu depan.. *emang ada yang nunggu –a

ahahaha.. byebye ~~ #tebar bias

Iklan

Tentang piiapiiapiio

just freaky girl
Pos ini dipublikasikan di Duo Hyeri, FF, ZE:A, ZE:A Minwoo. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s