Take me away / when he touch my hand |u-kiss fict


Title : Take Me Away

 

Sub-title : When He Touch My Hand

Author : @piiapiiapiio

Cast :

Shin hyesoo as dongho’s sisters

Shin dongho as hyesoo’s sisters

Shin soohyun as hyesoo and dongho’s father.

Lee eusebio as soohyun’s friend.

Lee kiseop as eusebio’s son.

And other cast.

 

 

Ini berawal dari iseng, ditengah berlangsungnya UTS aku ga nyaman dengan ide bodohku, jadi aku mulai aja bikin coretan gila ini, semua berawal dari khayalanku. Curhatan sahabat yang menginspirasiku ^^,

Hihi  ini REAL ideku loh, jadi kalo ada suatu kesamaan , itu mungkin karna aku ga tau –a . aku ga pernah plagiatin cerita orang ko.. hoho udah dulu ceramahnya. Oh iya ini aku bikin jadi berbagai  judul tapi satu main title, mirip novel gitu ya.. :O

 

“dongho-ah ,hyesoo-ah cepat turun.. Kita harus segera berangkat sayang..” teriak lelaki itu sambil merapikan pakaiannya yang casual.

 

Ia memanggil kedua anak kembarnya yang masih mempersiapkan diri di kamar. Pria ini bernama Shin soohyun, dia hidup sendiri mengasuh kedua anak kembarnya selama 17th dengan kasih sayang yang melimpah. Hidup sendiri kadang membuatnya kelelahan, belum lagi kewajibannya menafkahi kedua anaknya. Ia harus berperan ganda.

Prok, prok suara detak kaki menuruni tangga dengan terburu-buru mengalihkan pandangan soohyun, ia mendapati hyesoo- anak perempuannya menuruni anak tangga dengan tergesa-gesa.

 

“dimana kembaranmu?”

 

“dia sedang mencari sepatu catsnya, appa.” jawab putrinya yang semakin mendekat.

 

“appa tolong kuncirkan rambutku~” pinta hyesoo manja.

 

Soohyun menghembuskan nafas, dia menggenggam rambut putrinya dan sedikit merapatkannya, dikuncirnya rambut hyesoo dengan senang hati.

“appa, kau bawa corn chips yang aku beli kemarin?”

 

“sudah ada di keranjang, tolong ambilkan tikarnya sayang. Appa bawa keranjang itu ke mobil dulu~” perintah soohyun yang bersiap menenteng keranjang rotan berisi makanan.

 

Hyesoo menuruti saja apa kata ayahnya, ia pergi ke tempat penyimpanan tikar.

 

Sekarang mereka semua telah siap, soohyun melajukan mobilnya melintasi jalanan yang sepi. Daun-daun berguguran di pinggir jalan ikut terbang karna jalan yang dilintasi mobil mereka.

Tak butuh waktu cukup lama, mereka sampai di sebuah bukit yang ramai sekali. Ini memang sedang weekend, jadi pantas kalau ramai, mereka sedang berpiknik di bukit namsan. Musim gugur sedang berlangsung, udara sejuk dan suasana pohon gugur sangat indah bagi keluarga kecil ini.

 

Mereka menggelar tikar yang telah di bawa.

 

“appa~ aku haus..” ujar dongho yang langsung tidur telentang diatas tikar yang baru digelar.

 

“kau ini, tidak ikut membantu tapi minta duluan..” cibir hyesoo.

“sudah kalian jangan bertengkar !” lerai soohyun seraya mengeluarkan sekaleng softdrink dari keranjang.

 

“ini” Dongho menerima minuman itu.

 

“appa~ mana cornchips ku?” soohyun mengambilkan bungkusan kripik jagung besar kesukaan putrinya.

 

“appa~ aku ingin pipis ~” ijin dongho sehabis menegak minumannya. Ia langsung berlari mencari toilet.

 

“pelan-pelan saja makannya sayang, itu tidak baik dilihat untuk perempuan sepertimu.” tegur soohyun yang melihat putrinya melahap snack dengan lahap.

Hyesoo melongo mendengar teguran itu. Ia memelankan makannya.

 

“soohyun-ah?” tiba-tiba seorang laki-laki datang menyapa soohyun.

 

“xander?” soohyun melihat orang itu, seolah mereka kenal. Ia langsung berdiri dan memeluk pria itu.

 

Hyesoo meneruskan acara makannya kembali, sepertinya itu teman appanya. ‘Tapi siapa lelaki muda disamping orang itu?’ batin hyesoo.

 

“long time no see~ aku rindu padamu, kudengar kau sudah sukses dengan membuka restoran?”

“hehe~ ne. Usaha itu sudah berbuah manis sekarang. Bagaimana dengan perusahaanmu yang bercabang di amerika itu?” tanya soohyun sambil merenggangkan pelukan mereka agar dapat bertatap muka.

 

Dua orang itu sibuk bernostalgia tetang usaha mereka, soohyun adalah seorang presdir pemilik restoran besar di korea. Sedangkan Xander atau yang bernama asli Lee eusebio itu adalah seorang pengusaha sukses warisan dari keluaragnya. Mereka adalah teman saat masih kuliah dulu.

“kiseop, kau tunggu disini dulu ya~ appa ingin minum bersama soohyun ahjussi !” pamit xander pada putranya yang bernama kiseop.

 

“kiseop~ ahjussi titip anak itu ya~ jaga dia baik-baik.” soohyun menunjuk putrinya yang masih asik mengunya.

 

Merasa dirinya ditunjuk hyesoo langsung menengadahkan kepalanya. Dia kaget sewaktu mencerna kalimat yang barusan ia dengar. ‘hah? Aku ditinggal sendirian?’ fikir hyesoo.

 

Sementara yang mendapat mandat- kiseop hanya menanggukkan kepalanya tanda mengerti.

Setelah dua pria itu pergi bernostalgia, kiseop mengambil duduk di tikar. Hyesoo tak memperhatikannya, ia hanya melirik pemuda itu sekilas dari atas kepala sampai ujung kaki ,namun hyesoo melanjutkan kegiatannya mengeksekusi kripik jagung ditangannya.

 

Sejenak suasana hening, beberapa orang berlalu lalang di depan mereka sambil bercengkrama. Daun-daun disekitar gugur menjadikan suasana romantis, namun 2 orang ini seperti patung hidup yang enggan berkomunikasi.

Akhirnya, snack ditangan hyesoo musnah semua. Ia memasukkan bungkusnya ke dalam keranjang. Suasana mereka memang masih mengenaskan, tanpa 1 kalimat terucap.

 

Kiseop duduk dengan kedua tangan menyangga tubuhnya dari samping kiri dan kanan, kepalanya menengadah keatas. Menikmati setiap hembusan angin yang lembut membelai pori-pori kulitnya. Hingga akhirnya ia memulai pembicaraan.

 

“siapa namamu?” tanya kiseop.

 

“hyesoo, panggil saja itu.” hyesoo berpura-pura memainkan kursor pada ponsel touchscreennya.

“berapa umurmu?” tanya kiseop tanpa memandang lawan bicaranya.

 

“akan 17th, kau sendiri?” hyesoo masih sibuk pura-pura memainkan ponselnya.

 

“21th~” jawab kiseop datar.

 

“mwo?” hyesoo kaget dan langsung menengok kearah kiseop, “setua itukah?”

 

“cih~ lancang sekali bicaramu. Memang wajahku ini terlihat seperti lelaki belasan tahun, banyak yang memujiku seperti itu.” pamer kiseop.

 

Suasana hening kembali. Hyesoo tak menjawab apapun yang kiseop jabarkan barusan, entahlah itu tak penting bagi hyesoo.

“dongho-ssi cepatlah kemari, jangan biarkan aku mati gaya bersama pria ini. Kau kencing apa tidur sih? Kenapa lama sekali?” gerutu hyesoo dalam batinnya.

 

Hyesoo merasa bosan, ia memang tak pernah bisa diam, sulit beradaptasi dengan orang baru. Apalagi dengan seorang pria, ia tidak punya teman pria selain dongho. Dikelas pun dia jarang bergaul dengan cowok.

 

“kau mau?” tiba-tiba kiseop menyodorkan apel merah dari sakunya.

“gomapta” hyesoo menerima apel itu. Ia menimang-nimang apel itu ditangannya sebelum ia memakan itu.

 

“kau tidak bersama pacarmu?”

 

“uhuk-uhuk” hyesoo hampir tersedak setelah mendengar pertanyaan kiseop.

 

“gwaenchana?” kiseop khawatir, ia mengelus punggung hyesoo.

 

Hyesoo menatap sinis kiseop, “kenapa menatapku seperti itu?” kiseop jadi bingung.

 

“aku hampir mati tersedak akibat pertanyaanmu itu..” marah hyesoo.

Kiseop tambah bingung, “memangnya racun apa yang ada di pertanyaanku? Bukankah itu hanya pertanyaan biasa? Ini kan bukit cinta~ apa salah jika aku bertanya demikian?” kukuh kiseop membela diri.

 

 

“hyesoo-ah tolong antarkan makanan ini pada lee ahjussi ya~” soohyun memberikan tas berisi makanan pada putrinya itu.

 

“tapi appa~ kenapa tidak dongho saja yang mengantarnya?” tolak hyesoo halus.

 

“sebentar lagi dongho akan berlatih baseball sayang~ kau tidak mau membantu appa?”

“ani~ bukan begitu appa, tapi aku tidak ..” hyesoo menggantung kata-katanya, ia memikirkan sebuah alasan. Karna tak mungkin ia berkata sesuatu yang mengecewakan appanya.

 

“baiklah appa~ aku mau..” hyesoo memilih mengalah dan melaksanakan titah appanya itu.

 

Soohyun menyerahkan tas berisi makanan didalamnya, hyesoo menerima itu dan melangkah gontai keluar rumah. Wajahnya kusut tatkala ia harus pergi ke tempat lelaki dingin yang ditemuinya minggu lalu.

Sampailah kini hyesoo dirumah tuan Lee. Hyesoo menatapi sekitar rumah yang ternyata sangat luas dan megah itu.

 

Halaman di hampari hijau rerumputan yang terawat rapi, berbagai bunga turut menghiasi halaman rumah tuan Lee. Nampak beberapa bunga lavender tengah bermekaran. Gemericik air mancur semakin terdengar meneduhkan ketika hyesoo melangkahkan kakinya lebih jauh memasuki halaman rumah itu.

 

Beberapa pertanyaan kini muncul di benaknya, ‘kenapa ayahnya memberikan makanan kepada keluarga Lee?

Bukankah mereka kaya raya, apa mereka mau menerima makanan dari keluarga hyesoo yang tidak lebih kaya dari pada mereka?’ itu pertanyaan yang berputar-putar di fikiran hyesoo ditengah keterbuaiannya.

 

Tanpa sadar hyesoo sudah sampai di depan pintu masuk utama keluarga tuan Lee.

 

Dengan ragu-ragu ia menekan bel yang ada di samping pintu, belum sempat ia menekan bel itu tiba-tiba pintu dibuka oleh seseorang. Hyesoo kaget melihatnya.

 

“huh~” orang didalam ruangan yang membuka juga ikut kaget.

“ada apa kau kemari?” tanya orang itu agak sinis.

 

Hyesoo salah tingkah sendiri ketika melihat orang di depan pintu itu adalah kiseop. Iya itu Lee kiseop yang tengah topless, tubuhnya dihiasi Abs yang indah.

 

Ommona~ apa yang telah hyesoo lihat? Hyesoo segera menutup matanya dengan tangan kirinya.

 

“ini~ ” ia memberikan tas berisi makanan dari appanya. “itu untuk tuan Lee dari appaku~” tambahnya.

 

Kiseop menerima tas yang di berikan hyesoo tersebut.

Melihat hyesoo yang pergi begitu saja dengan tangan menutupi matanya, sontak membuat kiseop ingin menahannya. Kiseop menarik lengan hyesoo, menyeretnya masuk kedalam rumah.

 

Hyesoo kaget merespon tangan kiseop dengan kibasan tangannya. Berharap cengkraman dilengannya terlepas. “apa yang kau lakukan? Hah?”

 

“kenapa kau pergi begitu saja? Harusnya kau memberi salam dulu kepada tuan Lee sebelum pergi..” bentak kiseop sambil menyeret hyesoo masuk lebih dalam.

“apa kau terbiasa keluar masuk rumah orang tanpa ijin?”

 

“jaga mulutmu~ tapi apa sopan menghadapi tamu tanpa baju atasan seperti itu?” tuduh hyesoo.

 

Kiseop baru menyadari ternyata dirinya tengah topless.

 

“omona~” kiseop kaget melihat tubuhnya sendiri. Ia segera melepaskan tanggan hyesoo.

 

Hyesoo sendiri bingung, bagaimana si empunya badan melupakan dirinya sendiri tak pakai baju. Kiseop tampak seperti habis melakukan treadmil atau mungkin berolahraga. Karna keringat mengaliri abs-nya yang padat.

“kau~ tunggu disini..” jarinya ia arahkan kepada hyesoo, menyuruhnya tetap disana. “aku akan pakai baju dulu !”

 

Kiseop pergi meninggalkan hyesoo di ruang tengah sendirian, hyesoo mencoba beradaptasi di ruangan itu. Dengan tetap berdiri tegak disana, ia menatap sekeliling ruangan sambil memutar badanya. Rumah itu amat besar, didalamnya pun terdapat benda-benda mewah.

Hyesoo terkagum melihat semua benda-benda antik berbaris rapi di ruangan itu, maklum saja ia hanya anak presdir pemilik restoran di kota itu. Keluarganya hanya keluarga sederhana, jika kaya, hyesoo pun tak tau, karna itu semua milik ayahnya.

 

Pandangannya terhenti ketika melihat sebuah pigura besar berisi foto keluarga Lee, wanita satu-satunya difoto itu, atau lebih tepatnya nyonya Lee berpose duduk dan dicium kedua pipinya oleh sang suami dan anak semata wayangnya.

Hyesoo terharu melihat kemesraan itu, bagaimana tidak? Selama hidupnya, ia tak pernah melihat atau merasakan cinta kasih seorang wanita paling berjasa di dunia-, ibu. Air matanya kini sudah berada di ujung mata, serasa berontak ingin segera keluar dari pelupuk hyesoo.

 

“siapa itu?” sebuah suara tiba-tiba mengejutkan hyesoo.

 

Hyesoo segera menyeka airmatanya yang belum sempat keluar dan mencari sumber suara asing barusan.

Hyesoo mencari asal suara itu, ia membalikkan tubuhnya. Mendapati sesosok wanita cantik nan anggun berdiri dibelakangnya. Ya itu adalah perwujudan wanita dalam foto yang baru saja hyesoo lihat- Nyonya Lee.

 

“dia anak Shin ahjuss~ umma” sahut kiseop dari balik punggung ummanya, kini dia sudah memakai atasan, kaos berwarna biru.

 

Hyesoo menyilangkan kakinya sambil menunduk. Ia merasa tidak nyaman dilihat oleh Nyonya Lee dari ujung kaki sampai kepalanya, ‘apa ada yang aneh?’ batinnya.

 

“dia calon tunanganmu?” tanya nyonya Lee usil pada kiseop yang sudah berdiri sejajar disampingnya.

 

“kau tanya sendiri saja umma, kkk~” kekeh kiseop sambil menundukkan kepalanya dan menutup mulutnya dengan tangan.

 

“siapa namamu sayang? Kau cantik sekali~” puji ibu kiseop.

 

Hyesoo mengangkat kepalanya dan menjawab. “Shin hyesoo”

 

“jadi kau yang akan dijodohkan dengan kiseop?” tiba-tiba pertanyaan mengejutkan muncul. Ibu Lee mencubit lengan anaknya.

 

“auch” rintih kiseop.

 

Hyesoo terdiam, ia tak dapat menjawab pertanyaan tersebut. “appamu tidak salah pilih, dia sangat cantik .” tambah nyonya Lee.

 

“aniyo~ aku masih terlalu dini untuk ini ahjumma~” elak hyesoo halus.

 

“kalian kan tidak menikah sekarang, tapi nanti~. Hyesoo ayo ikut denganku.” ibu kiseop mendekati hyesoo dan menggenggam lengannya.

 

“aku harus pulang ahjumma ..” tolak hyesoo.

 

“aku ingin mengajakmu .. Kau sangat lucu !” dengan gemas nyonya lee mencubit pipi hyesoo.

 

Hyesoo meringis menahan sakit. “dari dulu aku ingin punya anak perempuan lucu sepertimu sayang.”

 

“mianhae ahjumma~ aku harus segera pulang . Appa sedang sibuk sekarang. ” alibi hyesoo.

 

“yah .. Padahal aku ingin belanja denganmu sayang.” kekecewaan tergurat pada wajah nyonya lee.

 

“sudahlah umma, jangan paksa dia !” seru kiseop.

 

“hummp.. Dia tidak nyaman pasti karna kau .” ibu lee membelai rambut bergelombang hyesoo. “tapi kau harus janji ya.. Suatu saat kau mau menemaniku berbelanja .” pinta ibu lee.

 

“ne, ahjumma. Aku pulang dulu..”

 

 

“dongho~ badanmu panas sekali..” hyesoo panik ketika mendapati sodara kembarnya menggigil diatas ranjang.

 

“aku harus pergi mencari appa~”

 

“andwae ! Appa sedang sibuk hyesoo, jangan repotkan lagi.” cegah dongho yang menahan lengan hyesoo.

 

Hyesoo membalikkan tubuhnya, menatap dongho dengan iba. “tapi kau perlu pertolongan,”

 

“ani~ segeralah berangkat atau kau akan terlambat ! Aku bisa mengurus diriku sendiri.. Pergilah !” seru dongho yang ngotot dapat bertahan sendiri.

 

“tapi..”

 

“sudah ! Pergilah .. Jangan katakan apapun lagi ,” jawab dongho meyakinkan hyesoo.

 

“baiklah jika kau memaksaku, jaga dirimu baik-baik. Hubungi aku jika kau butuh..”

 

Dengan berat hati hyesoo keluar dari rumah itu meninggalkan kembarannya.

 

Jam pulang telah tiba, hyesoo segera mengemasi bukunya. Ia berlari menyusuri lorong yang sedikit berjubel hingga menabrak beberapa orang.

 

“hyesoo !” panggil seseorang, ia mengikuti nalurinya untuk berhenti dan mencari asal suara tersebut.

 

“aku disini ..” dari kejauhan nampak seorang pria melambaikan tangannya.

 

Hyesoo yang melihatnya, segera mendekat. Ternyata orang itu adalah kiseop. Tapi untuk apa dia pergi kemari? Itu yang membuat hyesoo bingung.

“untuk apa kau kemari?”

 

“soohyun ahjussi menyuruhku menjemputmu dan mengantarmu kerumah sakit.” jawab kiseop.

 

Hyesoo tersentak mendengarnya, itu pasti dongho. Tanpa sadar tangannya menyeret kiseop pergi. “kita harus cepat ..”

 

“mobilku disana~” tunjuk kiseop pada mobil sedan warna putih. Ia menuntun hyesoo mendekat ke mobilnya.

 

Diperjalanan menuju rumah sakit, mereka berdua hanya diam. Tak ada kata yang terucap kala itu, hyesoo hanya mengigit kukunya, mengisyaratkan kegelisahan. Sementara kiseop masih tetap fokus pada jalan.

 

“kau sudah makan?” kiseop membuka pembicaraan namun tetap fokus pada jalan.

 

“ani ..Aku tidak lapar, aku ingin segara ke rumah sakit !”

 

“baiklah kalau begitu..” kiseop mempercepat laju mobilnya.

 

Beberapa menit kemudian mereka pun sampai di sebuah rumah sakit.

 

“kau tau dimana kamarnya?” tanya hyesoo setelah keluar dari mobil.

 

“ne~ aku tau. Ikuti aku !” kiseop menarik lengan hyesoo, membawanya ke tempat yang di maksud.

 

Hyesoo merendahkan gengsinya demi dongho, sebelum ini hubungannya dengan kiseop sangat dingin. Bahkan bisa disebut benci, namun demi dongho, ia rela tangannya dijamah kiseop.

 

Setelah berjalan cukup jauh, akhirnya mereka sampai di depan kamar tempat dongho dirawat. Tanpa mengetuk pintu, hyesoo langsung menarik hendle pintunya.

 

“dongho..” panggil hyesoo lirih.

 

“kau sudah pulang sayang ?” tanya soohyun yang mendapati putrinya datang bersama kiseop.

 

Kiseop masih berdiri di balik punggung hyesoo. “bagai mana keadaannya appa?” tanya hyesoo sedikit bergetar. Mulai mendekat ke ranjang di ikuti oleh kiseop.

 

“dia hanya terkena demam berdarah hyesoo,” jelas soohyun sambil mengusap kepala putrinya.

 

“kiseop~ kau sudah makan siang?” tanya soohyun pada kiseop yang berdiri di samping putrinya.

 

“aku belum lapar, ahjussi” senyum mengembang di bibir kiseop.

 

“makanlah dulu~ aku tak ingin kalian terlantar..” suruh soohyun pada kiseop dan hyesoo.

 

Hyesoo menatap mata soohyun seolah menolak. Namun soohyun membalasnya dengan senyum.

 

Dengan berat hati hyesoo menuruti perintah appanya. Disusul kiseop yang mengekor lagi di belakangnya. Ia berjalan menuju cafetaria dengan malas. Kiseop mulai mensejajarkan langkah mereka berdua. Wajah Hyesoo nampak kusut kala itu, di gerogoti rasa bersalah karna harus meninggalkan kembarannya terbaring menahan sakit sendirian. Tanpa sadar ia memukul-mukul kepalanya sendiri ketika berjalan, kiseop yang melihat hal itu langsung mencengkram tangan hyesoo agar menghentikannya. Ia menariknya sedikit keras, hingga tubuh mungil hyesoo ikut tertarik dan posisi mereka jadi berhadapan.

 

Mereka tanpa sadar saling bertatapan, kiseop menatap dalam mata hyesoo. Itu membuat hati hyesoo sedikit bergetar. Ada apa ini? Perasaan kiseop berubah menjadi gugup.

 

“mwo?” bisik hyesoo.

 

Kiseop tersadar dan langsung melepaskan tangan hyesoo darinya. Ia menggelengkan kepalanya, supaya cepat sadar.

 

“ani~” jawabnya, “jangan siksa dirimu sendiri . Kau tidak salah. ”

 

Hyesoo masih memasang tampang tidak mengerti, “ada apa denganmu?”

 

Kiseop menggaruk kepalanya yang tak gatal dan berjalan mendahului hyesoo. Semakin bingung hyesoo di buatnya.

 

“rasanya ada yang memompa detak jantungku..” ucap hyesoo pada dirinya sendiri , ia menyadarkan dirinya sendiri dengan mencubit pipinya. “auch~”

Ia meringis menerima perlakuannya sendiri. Dan ia mengikuti kemana perginya kiseop yang sudah berjalan mendahuluinya.

 

 

Sudah 3hari ini hyesoo di antar jemput kesekolah oleh kiseop. Itu karna perintah ayahnya, dia tak berani menolaknya. Karna hanya soohyun dan dongho lah keluarganya.

 

Teman-teman perempuan di sekolahnya mencium gelagat aneh ketika melihat hyesoo bersama kiseop. Karna penasaran, 3 orang sahabat hyesoo menghampiri mereka berdua yang tengah berdiri di dekat gerbang.

 

“kau anggap kami ini apamu?” tiba tiba pertanyaan mencemooh meluncur dari gadis bertubuh gemuk yang membawa keripik kentang di tangannya.

 

“disini hanya kau lah yang selalu merahasiakan kehidupanmu !” sahut gadis kedua yang bertubuh ramping dan fashionable.

 

“apa maksud kalian?” hyesoo yang merasa terpojokkan, tak mengerti dengan apa yang sahabatnya tuduhkan.

 

“kau sudah punya pacar tapi tak pernah cerita pada kami..” jelas gadis ke tiga yang bertubuh paling kurus.

 

“siapa yang kau maksud?” hyesoo menautkan alisnya.

 

Ketika sahabatnya menatap kiseop, seolah menunjuk orang yang di maksud sebagai pacar hyesoo.

 

“tidak ! Dia bukan pacarku ! ” setelah mengetahui maksud mereka hyesoo langsung mengelak.

 

“oppa~ perkenalkan dirimu pada kami, jika dia tak mengakuimu..” goda gadis gemuk.

 

Kiseop menahan tawa dibalik dekapan telapak tangannya. “naneun kiseop imnida~ siapa nama kalian?” jawabnya dengan manis.

 

“kenalkan, aku Song hyokyo” tiba-tiba si gadis langsing menyerobot menjabat tangan kiseop dengan centil.

 

“ah~ minggir kau ! Naneun Cho jungrae, kau tampan oppa~” goda si gadis kurus bernama cho jungra itu, menyentil dagu kiseop.

 

Kiseop nampak tersenyum penuh kemenangan berada diantara mereka.

 

“tunggu ! Kenalkan aku Jung yongra.. Teman hyesoo sejak kelas 1 oppa~” pamer si gadis gemuk tadi.

 

“sudah ! Hentikan ..” teriak hyesoo kesal karna merasa terabaikan.

 

“kau cemburu?” tanya hyokyo.

 

“ani~ tapi kalian sudah mengganggunya, dia bukan pacarku !” kesal hyesoo.

 

Semua tertawa melihat kekonyolan tingkah hyesoo ketika marah. Dia selalu salah tingkah saat terpojok.

 

 

Hihi gimana? 😛

sekian dulu cerita dari saya.. akan berlanjut ke judul ke dua .. mohon kritiknya ya J

 

ini si dongho

ini kiseop 😛

SukaTidak Suka

Iklan

Tentang piiapiiapiio

just freaky girl
Sampingan | Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s