Take Me Away / Be My Girl | U-KISS Fict


  Lee kiseopdongo

Title : Take Me Away

Sub-title : Be My Girl

Author : @piiapiiapiio

Cast :

Shin hyesoo as dongho’s sisters

Shin dongho as hyesoo’s sisters

Shin soohyun as hyesoo and dongho’s father.

Lee eusebio as soohyun’s friend.

Lee kiseop as eusebio’s son.

And other cast.

 

 

hihi, sekarang yang 2nd story ^^ . ini lagi-lagi agak ga bener, entahlah.. rasanya aneh. Mian aku ngetagnya asal. Kalo ga suka bias minta remove tag J .. happy reading yuuhuu 😀 ..ahh,

 

“jangan pergi terlalu jauh sayang~” nasehat nyonya Lee pada anak semata wayangnya, kiseop.

 

Ketika itu keluarga Lee eusebio dan Shin soohyun tengah berpiknik bersama. Ini semua atas permintaan istri eusebio atau yang lebih sering di panggil alexander. Kiseop, dongho dan hyesoo pergi untuk berjalan-jalan bersama. Di tempat piknik, tinggal-lah orangtua mereka.

 

“soohyun-ssi, tidakkah sebaiknya kita mengikat tali persahabatan kita dengan menikahkan anak-anak kita itu lebih baik?” istri alexander mengutarakan niatnya menjodohkan anak mereka.

 

Soohyun terdiam sejenak, memikirkan putri tunggal yang ia miliki. “bukankah itu terlalu cepat? Anakku masih terlalu kecil.”

 

Xander mengembuskan nafas panjang. “sudahlah minki jangan memaksakan kehendakmu~” tegurnya pada sang istri.

 

“tapi bukankan masa depan mereka lebih terjamin?” kukuh minki.

 

“istrimu tidak salah, xander. Dia benar ! Aku bisa mengerti maksudnya.. Biarkan saja waktu yang akan menjawab semuanya.” soohyun menengahi perselisihan.

 

“baiklah~ biarkan mereka mencari jalannya masing-masing.. Mereka sudah punya cukup umur untuk menentukan semuanya.” sahut xander.

 

Sementara itu, ketiga anak mereka tengah asyik menikmati aroma musim semi. Kiseop dan dongho berlarian mendekati danau, sementara hyesoo berlari kecil karna tak dapat mengejar mereka berdua.

 

“jangan seenaknya karna kalian namja lalu membiarkanku tertinggal sendirian !” hyesoo meneriaki 2 namja yang berlari meninggalkannya.

 

“kejar kami kalau kau memang pantas dibanggakan , haha” cibir dongho.

 

“baiklah~” geram hyesoo semaikin kesal. Ia mempercepat laju kakinya agar dapat mengejar 2 orang menyebalkan itu.

 

Karna diburu amarah , tanpa sadar kaki hyesoo tersandung batu hingga tersungkur.

 

“auch~” kiseop dan dongho yang mendengar rintihan itu segera berhenti dan melihat kebelakang.

 

“kau berekting kan?” ledek dongho yang melihat kembarannya tengah terduduk sambil meniup lutut kirinya.

 

Merasa terhina hyesoo menatap tajam dongho, “sepicik itukah?”

 

“tapi kau memang suka menipu kan?”

 

Hyesoo semakin kesal pada dongho, karna sudah tak tahan dengan luka di lututnya ia beranjak mengacuhkan 2 pria yang membuat moodnya hilang. Hyesoo sedikit terseok, dia tidak dapat menjaga keseimbangan tubuhnya dan itu membuatnya tersungkur lagi. Melihatnya, kiseop segera berlari menghampirinya.

 

“hyung .. Apa kau percaya padanya?” teriak dongho tetap pada posisinya.

 

Kiseop tak menjawab, tanpa permisi dia langsung menggendong hyesoo dengan bridal style. Hyesoo yang merasa tubuhnya terangkat dari tanah dan segera mengedarkan matanya pada sosok yang sudah lancang mengangkat tubuhnya itu.

 

“jangan melihatku seperti itu. ” gumam kiseop yang merasa dirinya dipandangi oleh hyesoo.

 

Lain dengan dongho yang tak perduli. Ia memilih melanjutkan perjalanannya ke danau.

 

Kiseop menurunkan hyesoo di dekat sebuah toko kecil, ia meninggalkan hyesoo di depan tempat itu sendirian untuk membeli sesuatu yang dibutuhkan. Tak sampai 5 menit, kiseop sudah keluar membawa antiseptic dengan kapas dan verband.

 

“ulurkan kakimu !” hyesoo yang melihat kedatangan kiseop langsung mengikuti seruannya.

 

Kiseop berjongkok di kiri hyesoo, ia membuka penutup antiseptic kan meneteskannya pada luka hyesoo. Karna itu hyesoo diam dan terus memandangi kiseop yang tengah merawatnya.

 

Rasa bencinya sedikit berkurang, karna hal itu. Didada hyesoo mulai sedikit bergejolak, ada rasa kagum dan senang atas perbuatan kiseop. Kini hyesoo benar benar terbuai dan melamun menatap kiseop sambil senyum-senyum ga jelas.

 

“sudah !” seru kiseop, membuyarkan lamunan hyesoo.

 

‘ahh~ kenapa orang ini begitu mempesona Tuhan? Kenapa aku baru sadar semua itu? u,u’ hyesoo merutuki hatinya sendiri.

 

“kau jalan sendiri atau ku gendong?” tawar kiseop.

 

Hyesoo bingung, jika ia menjawab ‘iya’ maka itu akan merepotkan orang ini. Jika tidak maka sama saja ia membuang kesempatan emas, lagi pula kakinya masih terasa nyeri.

 

“baiklah, tapi bagaimana kalau dilihat orang?” hyesoo mencoba membual, padahal hatinya sangat meng’iya’kan hal itu.

 

“mereka punya mata, dan itu hak mereka untuk melihat atau tidak. Dan itu juga hak mu, mau di gendong atau tidak. Setiap pilihan pasti ada resiko.” hyesoo hanya mengangguk pasrah, ia tak ingin mendapat ceramah lebih banyak lagi dari pria ini.

 

“yeoboseo~ hyesoo-ah” sapa kiseop setelah telfonnya tersambung pada tujuan.

 

“bisakah kita pergi berdua malam ini?” tanya kiseop antusiar.

 

“ah~ baiklah jika kau ingin mengajak dongho juga, kurasa bukan masalah.” kiseop sedikit menyesal mendengar usulan hyesoo yang menginginkan dongho ikut juga.

 

“nanti jam 7 aku akan menjemput kalian.”

 

Beberapa detik kemudian telfon dimatikan oleh kiseop.

 

“apa boleh buat ? Susah memang menginginkan seseorang yang kembar.” rutuk kiseop sambil menghempaskan ponselnya ke kasur sebelum pergi.

 

 

Jam sudah menunjukkan pukul 18.45 , kiseop sudah bersiap menjemput “shin twinies” si kembar.

 

“perfect !” seru kiseop penuh percaya diri menatap pantulan wajahnya di cermin.

 

Celana jeans yang ia padukan dengan kaos merah ditambah blazer warna hitam menampakkan sinar kulit putihnya. Sebelum keluar dari kamar ia menerkam kaca mata warna hitam dan menyelipkan di kedua telinganya.

 

Sekitar 20 menit kemudian ia sampai di rumah si kembar, ternyata hyesoo sudah menunggunya di teras sendirian.

 

Kiseop keluar dari mobilnya dan berlari kecil mendekati hyesoo yang juga berjalan ke arahnya.

 

“dimana kembaranmu?” hyesoo sedikit menyesal mendengar pertanyaan itu.

 

“dia sedang berkencan dengan gadis idamannya~” jawab hyesoo kesal.

 

‘yes ! Akhirnya aku bisa berdua .. Hihi’ batin kiseop.

 

“sudah cepat, nanti keburu larut malam.” kiseop menyeret hyesoo masuk mobilnya dan didudukannya di kursi penumpang yang ada di depan.

 

Kiseop menghentikan mobilnya ke sebuah tempat berbelanja yang ada di pinggir jalan.

 

“sudah sampai !” hyesoo membuka pintu setelah kiseop menunjukkan tempat ini.

 

“kenapa disini?” tanya hyesoo bingung melihat kiseop membawanya ke tempat ini.

 

Kiseop hanya tersenyum menatap hyesoo yang kebingungan.

 

“aku ingin jalan-jalan ditengah keramaian kota~”

 

Kiseop menghampiri hyesoo dan menuntunnya berjalan berdua di trotoar.

 

‘bukankah tak ada yang istimewa? Keadannya setiap malam kan memang begini, apa dia tidak pernah ketempat seperti ini? Ah sudahlah, tapi ini juga tak buruk ’ gerutu hati hyesoo.

 

Mereka berdua berdampingan menyusuri pusat perbelanjaan di pinggir jalan sambil menengoki beberapa stand yang berjualan.

 

“kau mau ini?” kiseop menawari hyesoo sebuah kalung yang terbuat dari batu warna warni yang dikaitkan dengan kawat kecil.

 

“ah tidak usah, kurasa itu terlalu girly~” hyesoo memberi pendapatnya.

 

Kiseop menatap hyesoo dari atas hingga kebawah, ia baru mendadari penampilan hyesoo. Dress selutut model kemben warna putih dan cardigan warna hitam.

 

“kenapa kau memakai sepatu cats?” heran kiseop yang mendapati hyesoo memakai sepatu cats warna blue sky.

 

“kau tak akan pernah melihatku memaki high heels, itu sama saja membunuhku perlahan.” tukas hyesoo merasa tidak salah.

 

“setidaknya kau bisa memakai flatshoes , itu tak akan membuat kakimu sakit !” kiseop menyarankan.

 

Tanpa meminta persetujuan hyesoo, kiseop langsung menariknya menuju stand yang menjual sepatu. Letaknya tak begitu jauh dari tempat mereka berdebat tadi.

 

“ahjumma~ ini harganya berapa?” kiseop menyaut sebuah sepatu wanita tak ber hak, atau flatshoes.

 

“hanya 20.000 won saja.. Kau ambil?”

 

“ne ahjumma~ aku ambil yang ini .” kiseop mengangkat sepatu tanpa hak yang berwarna merah.

 

“cepat, lepas sepatumu dan pakai ini,” hyesoo menuruti perintah kiseop. Melepaskan sepatunya dan mengganti dengan flatshoes warna merah menyala.

 

“kalau begitu kan lebih macth dengan pakaianmu~” puji kiseop.

 

Sudah sekitar 1 jam mereka berkeliling, itu membuat cacing di perut hyesoo pada demo minta suplay. *ngelantur dikit gapapa kan –a *

 

“ahjussi~ mari kita pulang, aku sudah sangat lapar.” rengek hyesoo sambil memelas.

 

“panggil aku oppa dulu, baru kita makan. Seenaknya saja memanggilku ahjussi. Aku belum tua !” ancam kiseop sambil melipat tangan didepan dadanya.

 

“cih, kau ini rempong sekali.” hyesoo mencubit lengan kiseop gemas.

 

“yasudah kalau tidak mau, jangan harap kita akan pulang.” ancaman kedua kiseop muncul.

 

“baiklah, aku menyerah. Oppa~ ayo kita makan. Aku lapar.” rengek hyesoo dengan manja sambil menyelipkan tangannya pada lengan kiseop.

 

“nah itu, baik tuan putri. Restoran terlezat akan segera kita datangi..”

 

Mereka berdua pergi kesebuah restoran china bintang 5. Acara kencan pertama malam ini mereka akhiri dengan dinner. Mengingat malam sudah semakin larut. Walaupun sebenarnya kiseop tak ingin semua ini cepat berakhir. Kencan pertamanya yang lumayan sukses, karna mereka hanya berdua saja sampai malam ini.

*mian, agak geje .. Soalnya ga mungkin kan langsung pacaran, kesannya kecepetan nanti :O *

#bow.

Hari-hari hyesoo kini penuh dengan bayangan kiseop, karna kiseop lah yang berani menyentuh tangannya. Ia merasa ada perasaan lebih ketika ia harus beradu mulut dengan kiseop. Apalagi kiseop selalu menjemputnya setiap hari. Semua mengira bahwa mereka berdua sudah berpacaran, sahabat hyesoo akan mendukung sekali jika dia mempunyai pacar seperti kiseop. Pasalnya selama 17tahun hidup hyesoo ia tak pernah tersentuh cinta, memprihatinkan memang.

 

“apa kau masih lama dongho?” hyesoo merapikan buku pelajarannya.

 

“pulanglah duluan, aku masih harus latian baseball. ” dongho meninggalkan hyesoo dikelas untuk segera berganti baju karna latihan akan segera dimulai.

 

Hyesoo memanyunkan bibirnya pasrah, karna harus pulang sendiri. Memasangkan tas ransel dan pergi meninggalkan kelas.

 

“hyesoo~” panggil beberapa siswi bersamaan ketika sampai di gerbang.

 

Hyesoo mencari sumber suara tersebut. Ternyata ke 3 sahabatnya, “ada apa?” tanya hyesoo, mendekat kearah mereka.

 

“ayo kita jalan-jalan, rasanya kita sudah lama tidak pergi bersama.”

 

“benar kata hyokyo.” timpal kedua sahabat yang lain.

 

Hyesoo melirik jam yang bertengger di tangan kirinya. “baiklah~ kajja.”

 

Mereka berempat berjalan kaki bersama, namun belum sampai beberapa langkah ada mobil berhenti di depan mereka. Pemiliknya menurunkan kaca jendela, nampaklah kiseop.

 

“chakkaman !” Hyesoo dan ketiga sahabatnya menoleh seketika.

 

“kiseop oppa~” sorak ketiga sahabat hyesoo.

 

Hyesoo hanya menoleh, tanpa berkata apapun.

 

“kalian mau kemana?” kiseop menebar senyum manisnya.

 

“mau beli es krim, mau ikut?” tawar si gemuk.

 

“ayolah oppa~ hyesoo yang akan mentraktirmu.” rajuk si kurus.

 

Sontak mendengar hal itu hyesoo memelototi para sahabatnya 1 per 1. ‘apa apaan ini?’

 

Sementara mendengar hal itu kiseop malah tertawa senang. Merasa dirinya jadi idola dikalangan anak SMA.

 

“baiklah~ biar aku yang traktir kalian. Kajja~ kita naik mobilku saja.” kiseop menawarkan tumpangan.

 

Mereka berebut masuk ke kursi penumpang yang di belakang.

 

Malang tak dapat di tolak, hyesoo tidak dapat tempat di belakang. Terpaksa ia harus duduk di samping kiseop. Sedikit kecewa memang, tapi setidaknya ia dapat melihat kiseop lebih dekat.

 

“fuih~” hyesoo menghembuskan nafas. Menahan diri dari kekesalan.

 

Sekitar 5 menit kemudian kiseop memarkir mobilnya di depan kedai es krim yang di maksud teman-teman hyesoo. Letaknya tidak terlalu jauh dari sekolahnya, selain itu tempat ini tidak terlalu ramai.

 

Mereka memilih untuk duduk di bagian luar, karna dapat menikmati langit senja secara langsung. Beberapa orang terlihat berlalu lalang di trotoar depan kedai ini.

 

Datanglah seorang waiters menghampiri mereka berlima.

 

“ada yang anda pesan?”

 

“vanilla chocochip + blueberry.” sahut yongra.

 

“chocolate + cappucino.” giliran hyokyo.

 

“aku banana + strawberry saja” jawab jungrae.

 

“kau apa?” kiseop menoleh pada hyesoo.

 

“cappucino + crinkle strawberry jumbo~”

 

“aku pesan vanilla + greentea saja” pelayan itu mengangguk setelah mendengar jawaban kiseop.

 

Waiters itu pergi membuatkan pesanan mereka. Sedikit agak lama memang, mereka menyibukkan diri dengan ponsel masing-masing. Kecuali kiseop, ia hanya mengedarkan matanya menatapi anak-anak didepannya ini satu per satu. Tampak tersenyum sendiri menatapi layar ponsel. Pandangannya terhenti pada hyesoo, nampaknya hanya dia yang kesal.

 

“sepertinya aku ingin ke toilet sebentar~” ijin hyesoo meninggalkan teman-temannya di sana menuju toilet.

 

Kiseop hanya mengangkat sedikit bahunya. Melihat punggung hyesoo yang sudah semakin menjauh.

 

“wah gawat, kenapa TL ku ga jalan nih? Apa pulsanya habis?” gerutu hyesoo yang sedang twitteran sambil berjalan menuju toilet.

 

“bruk”

 

Hyesoo menabrak seseorang yang melintas karna dia tidak melihat jalan. Sejenak pandangan mereka bertemu sebelum akhirnya orang itu pergi. Tampan, berambut coklat muda. Namun hyesoo kembali memandangi layar ponselnya sampai di toilet.

 

 

“sepertinya aku pernah melihat orang itu? Tapi siapa ya? ” hyesoo menanyai dirinya sendiri.

 

 

 

“aku .. a.. aku ingin mengatakan sesuatu padamu hyesoo. Tapi kau jangan marah atau membenciku ya..” hyesoo mengalihkan padangannya kepada kiseop yang berbicara sedikit gugup padanya.

 

Kiseop mengerti tatapan hyesoo yang sepertinya bertanya ‘apa?’ . “aku , men..” kiseop menjeda kalimat yang akan di ucapkannya. Ia salah tingkah sendiri. Menggaruk kepalanya yang tak gatal, menggosok-gosokan kedua telapak tanggannya, – padahal suasana sedang tidak dingin.

 

“apa ? Aku janji tidak akan marah padamu.. Cepat katakan.” hyesoo memandang intens mata kiseop.

 

Kiseop malah makin salah tingkah, namun akhirnya ia berani bertatapan dengan hyesoo.

 

Kiseop mendekatkan kepalanya ke telinga hyesoo. Hyesoo kini dapat mendengar hembusan nafas kiseop di telinganya.

 

“saranghae~” ucap kiseop pelan, ia belum merubah posisinya.

 

Beberapa saat terasa hening, keduanya saling diam. Kiseop mencoba menetralkan hatinya yang serasa mau melompat. Disisi lain hyesoo hanya diam.

 

“aku benci padamu~” ucap hyesoo datar. Kiseop bagai tertimpa batu yang besar mendengarnya. Namun ia tak menampakkan kekecewaannya.

 

“tapi kan kau tadi sudah janji tidak akan marah.” kiseop memelas menatap hyesoo dengan tatapan ‘come on baby, terimalah aku’

 

“mian~ aku sangat benci. Benci sekali jika kau tak memintaku jadi pacarmu..”

 

Kiseop mencoba mencerna pelan-pelan kalimat yang baru saja di dengarnya. Dia merasa baru di permainkan anak kecil. Ia menarik tubuh hyesoo lebih dekat.

 

“kau mau?” ia menatap lekat mata hyesoo.

 

“menurutmu?” hyesoo menyeringai.

 

“sekarang jangan coba-coba permainkanku anak kecil !” kiseop meraih hyesoo kedalam pelukannya. Mengusap kepala gadis itu dengan penuh bahagia.

 

Hyesoo merasakan detak jantung kiseop yang kencang, ia tersenyum. Akhirnya ia bisa bersama orang yang ‘nangkring’ difikirannya selama beberapa bulan ini. Ya setidaknya kiseop cukup sempurna sebagai lelaki yang disebut ‘pacar’ , tak ada yang perlu di khawatirkan. Karna kedua orang tua mereka pun sudah sama sama setuju.

 

Sekian dan terimakasih

hihi mohon kritikya lagi ya 😛

ini lebih sedikit kok dari pada yang tadi :O

sampai ketemu di cerita selanjutnya !!

Iklan

Tentang piiapiiapiio

just freaky girl
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s